Pemkab Gresik Kerjasama Pemenuhan Dokter Spesialis

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (dua dari kanan) saat melakukan kerjasama dengan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga dan FK Universitas Brawijaya.
Suarabhinneka.com – Pemerintah Kabupaten Gresik melakukan penandatanganan kerjasama dengan dua perguruan tinggi. Yakni, Universitas Airlangga FK Kedokteran dan Universitas Brawijaya FK Kedokteran.
Kerjasama tersebut terkait kebutuhan tenaga kesehatan, utamanya dokter spesialis yang masih kurang. Khususnya untuk RS Umar Mas’ud dan RS Gresik selatan yang masih proses pembangunan.
Oleh karena itu, Pemkab Gresik melakukan kerjasama program pendidikan dokter spesialis, penelitian dan pengabdian masyarakat. Sesuai dengan program Nawa Karsa, Gresik Sehati.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan, kerja sama ini berkaitan dengan kondisi Gresik yang membutuhkan banyak tenaga kesehatan, utamanya dokter spesialis.
Mengingat jumlah rujukan pasien yang terlampau banyak, khususnya di Kepulauan Bawean. Karena itu, pemerintah akan memperkuat pemenuhan fasilitas kesehatan di Pulau Putri itu.
Kondisi RS Umar Mas’ud di Bawean kekosongan dokter spesialis. Sehingga, masyarakat di Pulau Bawean dengan kurang lebih 60 ribu jiwa, kesulitan dalam mengakses faskes yang ada di daratan.
“Bawean saat ini membutuhkan setidaknya lima spesialis medik dasar. Yaitu, dokter spesialis anastesi, penyakit dalam, bedah, anak, dan obgyn (dokter kandungan). Sehingga nantinya dapat meningkatkan derajat kesehatan di sana,” ujar Gus Yani.
Untuk menunjang hal tersebut, Pemkab Gresik telah mengalokasikan anggaran beasiswa khusus dokter spesialis. Dengan memprioritaskan warga Bawean yang telah berstatus sebagai dokter untuk beasiswa ini.
“Kita mengalokasikan anggaran APBD untuk beasiswa dokter spesialis. Besarannya satu dokter, satu miliar rupiah dan sudah termasuk biaya hidupnya. Sasaran kami terutama memberikan kesempatan untuk anak Bawean sendiri yang statusnya sudah dokter umum. Maka setelah lulus akan kita tugaskan di RS Umar Mas’ud Bawean,” jelasnya.
Bahkan, Gus Yani akan memberi insentif kepada dokter spesialis yang bekerja di Bawean. Sehingga mereka yang bertugas dapat merasa betah dan nyaman. Harapannya, FK Unair dan FK UB dapat membantu program kesehatan yang dicanangkan Pemkab Gresik.
Kerja sama ini juga didasari kebutuhan tenaga dokter spesialis yang cukup mendesak. Menurut data Kementerian Kesehatan, saat ini Provinsi Jawa Timur memiliki sekitar 6.675 dokter spesialis. Jumlah ini masih kurang dari target awal sebanyak 10.994 dokter spesialis.
“Dari RSUD yang ada di Jatim, 20 RSUD belum memiliki 7 dokter spesialis standar. Sehingga ini harus dipastikan untuk lengkap kedepannya,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikan via zoom.







