Wabah PMK Kembali Muncul di Lamongan, 15 Sapi Mati

Petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan memeriksa sapi di Pasar Hewan (foto: az)

SUARABHINNEKA, LAMONGAN – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali menyerang hewan ternak di Kabupaten Lamongan.

Sampai saat ini, tercatat sudah ada 15 ekor sapi yang mati akibat terserang PMK.

Menyikapi kondisi tersebut. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamongan, langsung melakukan antisipasi penyebaran dengan melaksanakan pemeriksaan dan penyemprotan desinfektan di Pasar Hewan Tikung, Minggu (5/01/2025).

Upaya tersebut, akan dilakukan secara masif di berbagai pasar hewan di Lamongan. Dalam inspeksi kali ini, petugas kesehatan hewan menemukan 3 ekor sapi terjangkit PMK di Pasar Hewan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan, Shofiah Nurhayati mengatakan, sampai saat ini sudah ada 15 ekor sapi yang mati akibat PMK.

“Hari ini kita melakukan pemeriksaan di pasar hewan. Kemarin kita dapat surat dari Pak Menteri. Yang intinya, diminta untuk melakukan pencegahan, pengecekan dan pemeriksaan di pasar hewan,” kata Shofi.

Shofi mengungkapkan, Pasar Hewan menjadi salah satu tempat penyebaran PMK, karena banyak hewan yang berkumpul.

“Pemeriksaan yang kami lakukan dari awal masuk pasar kita semprot desinfektan, kemudian kita lakukan pemeriksaan kesehatan. Hasilnya, hari ini ditemukan 3 ekor sapi yang terindikasi PMK,” ungkapnya.

Lebih jauh, Shofi menegaskan, penanganannya dapat dilakukan dengan kerjasama antara semua pihak, mulai dari peternak, pembeli, pengelola pasar dan petugas kesehatan hewan.

“Peternak harus selalu menjaga kebersihan kandang, menjaga asupan makanan dan memisahkan hewan yang sakit dengan yang sehat. Jika ada yang sakit mohon segera menghubungi petugas kesehatan hewan atau menghubungi contact center Disnakeswan Lamongan,” pungkasnya.

Penulis : M. Nur Ali Zulfikar

Show More
Back to top button