Bupati Gresik Lacak Kasus Stunting hingga Pelosok Desa

SUARABHINNEKA, GRESIK – Kasus stunting terus menjadi perhatian serius pemerintah Kabupaten Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani turun ke bawah melakukan pelacakan kasus gagal tumbuh tersebut hingga pelosok desa.

Gus Yani bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani dan Dinas Kesehatan mendatangi Desa Klampok Kecamatan Benjeng. Mengecek langsung kondisi anak-anak di wilayah tersebut.

Meskipun kasus stunting di Kota Pudak sudah turun di angkat 10%, dibawah target nasional 14%. Namun Pemkab Gresik mempunyai target menurunkan hingga 0%. Sehingga, berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan dan mencegah kasus tersebut.

Bupati Gus Yani mengatakan, stunting menjadi ancaman serius terhadap kualitas hidup generasi yang akan datang. Baik dari sisi kecerdasan maupun kesehatan. Pasalnya, tahun 2045 digadang-gadang penerus bangsa merupakan generasi emas.

“Sesuai instruksi pak presiden, untuk mewujudkan angka prevalensu stunting 0%. Sehingga pelacakan dan pencegahan terus kami lakukan,” kata mantan Ketua DPRD Gresik tersebut.

Bupati millenial itu menambahkan, pihaknya akan terus menyuarakan bahaya stunting supaya semakin banyak orang yang mengerti. Sehingga, seluruh lapisan masyarakat ikut bersama-sama memberantas kasus tersebut.

“Kita akan terus mendorong angkanya terus turun hingga gresik merdeka stunting,” ungkapnya.

Sementara Ketua TP PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini menambahkan, kasus stunting disebabkan banyak faktor. Diantaranya, faktor ekonomi yang berkaitan langsung dengan asupan gizi untuk anak.

Kemudian, faktor pola asuh orang tua ditambah dengan banyaknya mitos yang ada di masyarakat. Selain disebabkan oleh pernikahan dini. “Termasuk faktor lingkungan dan penyakit bawaan,” katanya.

Ning Nurul sapaan akrabnya menyebut, di PKK sendiri, sudah melakukan penanggulangan stunting melalui Kelompok Kerja (Pokja) 1 hingga Pokja 4. Pada Pokja 1, PKK Kabupaten Gresik berfokus pada pencegahan pernikahan anak. Sedangkan Pokja 2 berfokus pada penuntasan pendidikan lewat program JAKETKU (Kejar Paket Tuntaskan Putus Sekolah).

Pada Pokja 3 berfokus pada penanganan sampah, dan Pokja 4 berperan secara langsung dalam kegiatan penanggulangan stunting lewat program CEKAL TANDING (Cegah dan Tangkal Stunting dengan kegiatan 10 indikator PHBS di rumah tangga).

Selain pelacakan stunting, kegiatan kali ini juga menjadi awal dalam program pemberian makanan tambahan bagi anak-anak dan ibu hamil hingga 30 hari kedepan. Dengan begitu, diharapkan angka stunting di Kecamatan Benjeng yang hanya ada 5 kasus stunting, tidak bertambah dan menjadi 0.

Show More
Back to top button