Siswa Keluhkan Nasi Bau dan 3 Hari Tidak Dapat MBG dari SPPG Warukulon

Gambar ilustrasi menu MBG Basi (foto: by chatgbt)

SUARABHINNEKA, LAMONGAN – Pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo belum berjalan berjalan maksimal. Salah satunya program makan bergizi gratis atau MBG.

Terbaru, siswa di Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, mengeluhkan pernah mendapat lauk dan nasi bau. Bahkan selama tiga hari ini, mereka tidak mendapatkan jatah MBG, dengan alasan anggaran belum cair.

“Benar pak. Sudah tiga hari ini tidak dapat MBG. Bahkan sebelumnya pernah dapat lauk dan nasi yang sudah basi atau bau,” ujar salah satu siswa yang minta identitasnya disembunyikan.

Mendapat laporan tersebut, Redaksi suarabhinneka.com, kemudian mencari letak dapur SPPG yang menyalurkan MBG kepada siswa tersbeut. Dapur SPPG tersebut ternyata dikelola oleh Yayasan Sinau Moco yang terletak di Jalan Raya Warukulon – Wanar, Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk.

Kholid, Pengelola Yayasan Sinau Moco membantah bahwa MBG yang dikirimkan kepada siswa bau.

“Mboten mas. Ngapunten, di Pucuk bukan hanya dapur kami saja mas. Takutnya ada miskomukasi disini, karena kalau ada komplain dari penerima manfaat tim SPPG akan selalu pro aktif untuk klarifikasi, makanya saya ingin mendetailkan ini,” ungkap Kholid saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, Rabu (26/11/2025).

Disinggung terkait distribusi MBG yang berhenti selama tiga hari, Kholid membenarkannya. Dia menerangkan bahwa, kemacetan tersebut, karena adanya kendala teknis terkait transfer anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Inggih sekerang libur pak. Memang dari BGN mengalami kendala teknis untuk transfer anggaran, tapi kemarin sudah diklarifikasi melalu zoom dan secepatnya akan diatasi. Sudah diklarifikasi dan sudah clear mas,” pungkasnya (az)

Show More
Back to top button