Baznas Lamongan Gerakkan Program Satu Keluarga Satu Sarjana

Suasana Forum Grup Diskusi (FGD) Baznas Lamongan (foto: az)

SUARABHINNEKA, LAMONGAN – Badan Amil Zakat dan Shodaqoh (Baznas) Kabupaten Lamongan menggerakkan program satu keluarga satu sarjana melalui pemberian program beasiswa.

Hal itu disampaikan Ketua Baznas Lamongan, Bambang Eko Muljono dalam Forum Group Discussion (FGD) Baznas di Universitas Islam Lamongan (Unisla), Rabu (26/11/2025).

“Dalam rangka mendukung program Perintis Pemkab Lamongan, Baznas juga menyalurkan beasiswa. Kepada para kepala desa, jika ada satu keluarga belum ada yang sarjana, bisa disampaikan kepada Baznas Lamongan, untuk diberikan beasiswa kuliah,” ungkap Bambang.

Lebih jauh, Bambang mengatakan, meski penerimaan zakat, infaq dan sodakoh ada peningkatan, Baznas Lamongan tetap berinovasi agar apa yang menjadi tanggungjawab dan yang ditangani Baznas meningkat.

“Yang disetor ke Baznas pasti disalurkan dan penyalurannya sesuai syar’i dan juga seiring dengan program pemerintah daerah Lamongan,” katanya.

Bambang mencontohkan penyaluran uang umat Islam ini diantaranya, untuk membantu peningkatan ekonomi kaum dzuafa’, membantu pengobatan orang sakit yang tidak mampu, program laserku, program pendidikan gratis (perintis).

Untuk beasiswa, bagi pelajar dan mahasiswa .” Pengumpulan dan pentasyarufan uang zakat seiring dengan program Presiden RI, pak Prabowo yang ada dalam Asta Cita,” tambahnya.

Zakat dipandang strategis karena keterkaitannya dengan berbagai aspek pembangunan seperti pengentasan kemiskinan pembangunan kewilayahan, pendanaan pembangunan dan penguatan keagamaan.

Untuk membantu pengembangan warga dhuafa’ misanya, Baznas bersama Tim Penggerak PKK Lamongan membuat program bantuan ternak ayam petelur.

Ada 35 warga di 15 desa yang telah menerima bantuan program skala rumah tangga masing- masing berupa 20 ayam dan kandangnya dan pakan dan obat-obatan untuk wantu dua bulan.

Setelah dua bulan, kebutuhan pakan bisa dicukupi sendiri dari hasil produksi telur ternak ayam dari Baznas.

“Kita akan kembangkan lebih banyak lagi di tahun depan. Baznas juga telah mengembangkan bantuan ternak kambing yang disalurkan kepada kelompok peternak di wilayah Lamongan selatan,” tegasnya.

Saat ini, ujar Bambang, bantuan ternak tersebut berkembang luar biasa. Bahkan dari tinja yang sudah difermentasi menjadi pupuk kandang laku Rp 7 juta perbulan.

“Kelompok ternak ini dengan kesadarannya memberikan sodakohnya Rp 2 juta perbulan ke Baznas. “Ini luar biasa,” terangnya.

Tahun ini, zakat yang disetor lewat Baznas Lamongan rata-rata mencapai Rp 7 miliar setiap tahun. Sementara zakat, infaq dan sodakoh umat Islam yang dikeluarkan dan dipercayakan ke Baznas Lamongan dari tahun ke tahun trennya juga terus bertambah. Tahun depan targetnya mencapai Rp 13 milyar.

Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengapresiasi Baznas yang dalam perjalanannya konsisten, grafiknya meningkat.

“Saya ikut membidani lahirnya Baznas Lamongan. Waktu pertama dibentuk, saya ikut membidanginya. Saat itu, target pengumpulan hanya Rp 3, 5 miliar, dan terus berkembang hingga Rp 7 miliar lebih,” kata Bupati Yes.

Bupati Yes meyakini, kenaikan Baznas Lamongan itu karena adanya peningkatan kepercayaan, atau publik trus yang semakin tinggi.

Baznas dengan amanah, kesungguhan dan sesuai dengan syar’i, tetmasuk dalam penyalurannya.

“Kunci penting meningkatkannya, karena audit internal yang tidak ditemukan kesalahan, wajar tanpa pengecualian. Ini harus kita pertahankan agar performa Baznas terjaga,” tandasnya.

Baznas Lamongan, kata Bupati Yes, terus menyesuaikan dengan langkah Pemkab Lamongan. Banyak sekali program Presiden RI yang terus menunjukkan keberhasilan dengan bangkitnya ekonomi.

“Ada swasembada pangan, dan tidak sampau 1 tahun Indonesia tidak impor beras. Ini akan dilanjutkan dengan swasembada, gula, kedelai dan jagung,” katanya.

Lamongan sendiri sejauh ini konsisten dengan swassembaada pangan. Konsisten menjadi lumbung pangan Jatim dan tertinggi di jatim.

“Kita akan konsisten menjaga lumbung pangan,” katanya.

Optimalisasi Baznas bisa ditangkap baik, baik pengumpulannya maupun penyalurannya.

Rencana zakat desa akan di tangani Baznas. Baznas harus melakukan sosialisasi tentang kewajiban membayar zakat. Harus bisa dipercaya dalam mengelolal Baznas.

“Insya Allah Baznas akan bisa menyakurkn dengan baik. Kami telah menginstruksikan ASN, camat, dan unit kerja agar lebih mengoptimalkan penyerahan Baznas. Ia optimis target Rp 13, 5 miliar tidak sulit,” pungkasnya (az).

Show More
Back to top button