Ketua DPD GMNI Jatim Ajak Seluruh Kader GMNI Sukseskan Kongres GMNI XXII di Bandung

Suasana Konsolidasi Nasional DPD GMNI Jatim menyambut Kongres GMNI XXII di Bandung (foto: ist)

SUARABHINNEKA, SURABAYA – Ketua DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Timur, Amir Mahfut mengajak seluruh kader GMNI Jatim untuk mensukseskan Konferensi Nasional (Kongres) GMNI XXII di Bandung.

Amir mengatakan, sebagai wujud komitmen, DPD GMNI Jatim telah mengadakan pertemuan Konsolidasi Nasional bersama DPC GMNI se-
Jawa Timur, tanggal 16–17 Juni 2025 di Wisma Marinda, Kota Surabaya.

Dalam forum tersebut, kata Amir, DPD GMNI Jatim membuat sikap tegas dan kritis terhadap wacana Kongres Persatuan.

“DPD GMNI Jawa Timur menilai, inisiatif persatuan tersebut tidak memiliki dasar konstitusional yang sah. Menurutnya, persatuan tidak dapat dibentuk di atas ketidakabsahan dan penyimpangan konstitusi organisasi,” kata Amir kepada suarabhinneka.com, Senin (23/6/2025).

Amir menegaskan, jalan konstitusional yang harus ditempuh adalah dengan menyelenggarakan Kongres Luar Biasa terlebih dahulu sebagaimana diatur dalam Pasal 20 AD/ART.

“Hanya melalui proses kongres masing-masing yang sah, keputusan tentang Kongres Persatuan dapat diambil secara demokratis dan legitimate,” tegasnya.

Lebih jauh, Amir mengungkapkan bahwa, DPD GMNI Jatim siap menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah organisasi, terutama dalam menghadapi dinamika internal yang dinilai problematik dan sarat kepentingan elitis, oknum anggota partai tertentu.

Terkait adanya konflik kepentingan, Amir menyampaikan rasa prihatin terhadap narasi persatuan yang dibangun menjelang Kongres.

Menurut Amir, persatuan tersebut tidak terbentuk secara organik dan justru dibayangi oleh manuver politik elitis yang menjauh dari semangat ideologis dan perjuangan kader di akar rumput.

Di mana kader akar rumput yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai AD/ART organisasi, serta mengedepankan prinsip-prinsip perjuangan rakyat.

“Kami tidak menolak persatuan, tapi kami menolak persatuan semu yang dibentuk secara transaksional, elitis, dan tanpa mendengar suara kader di basis. Persatuan yang sejati adalah yang lahir dari kesamaan ide, semangat juang, dan komitmen terhadap nilai-nilai marhaenisme,” ungkapnya.

Seluruh kader GMNI Jawa Timur, tutur Amir, siap berkontribusi penuh dalam menyukseskan pelaksanaan Kongres GMNI XXII yang akan digelar di Kota Bandung (21/6/2025).

Dalam pernyataan resminya, Amir Mahfut, menyampaikan bahwa GMNI Jawa Timur telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari konsolidasi internal, penguatan ideologi marhaenisme, hingga persiapan terkaid pemberangkat sebagai delegasi ke kongres.

“Kami di Jawa Timur telah memantapkan barisan. Kader-kader GMNI dari berbagai komisariat dan cabang telah menunjukkan semangat yang tinggi untuk turut serta dalam menyuseskan Kongres ke- XXII yang akan di gelar di bandung ini. Bagi kami, ini bukan hanya momentum lima tahunan, tetapi bagian dari proses konsolidasi ideologis dan organisatoris untuk memperkuat perjuangan kaum marhaenis di tengah tantangan zaman,” tuturnya.

Kongres GMNI XXII yang dijadwalkan berlangsung di Bandung tersebut akan menjadi ajang strategis dalam menentukan arah organisasi ke depan, termasuk pemilihan kepemimpinan nasional yang baru.

GMNI Jatim juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai persatuan dan semangat kolektif demi keberlanjutan perjuangan nasionalisme di kalangan mahasiswa Indonesia dan akhirnya sampai pada terwujudnya cita-cita ideologi organisasi.

“Kami tidak hanya datang untuk ikut serta, tetapi membawa semangat perubahan, gagasan, dan semangat persatuan untuk mewujudkan GMNI yang semakin progresif, inklusif, dan ideologis. Jawa Timur siap menjadi motor penggerak itu,” tambahnya.

DPD GMNI Jawa Timur berharap Kongres XXII di Bandung dapat berlangsung demokratis, produktif, dan menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang menjawab kebutuhan zaman serta tantangan gerakan mahasiswa saat ini.

DPD GMNI Jatim menyerukan kepada seluruh kader dan struktur organisasi di seluruh Indonesia untuk menjadikan Kongres XXII sebagai momentum reflektif dan korektif demi kemajuan GMNI yang lebih ideologis, bersatu, dan merdeka dari kepentingan pragmatis.

“GMNI bukan tempat bagi kepentingan kelompok, melainkan ladang perjuangan ideologis yang berlandaskan pada nilai-nilai Marhaenisme dan konstitusi organisasi,” pungkasnya (az).

Show More
Back to top button