Resmi Berstatus Tersangka, Wamenaker Noel Acungkan Jari Jempol saat Konferensi Pers KPK

Wamenaker Noel berjalan menuju ruang  Konferensi Pers KPK (foto: video instagram KPK)

SUARABHINNEKA, LAMONGAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia menggelar konferensi pers hasil operasi tangkap tangan (OTT) dugaan pemerasan kepada perusahaan yang melakukan pengurusan sertifikasi K3 (kesehatan dan keselamatan kerja).

Konferensi pers dilakukan di kantor KPK di Jalan Kuningan Persada Jakarta Selatan, Jumat (22/8/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamenaker), Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel bersama 10 pejabat Kemenaker resmi berstatus tersangka dan sudah memakai rompi orange.

Ada fakta menarik, Noel tampak berada di barisan paling depan berjalan menuju ruang konferensi pers dengan tersenyum dan mengacungkan jari jempol ke arah awak media.

Ketua KPK, Setyo Budiyanto dalam konferensi pers menjelaskan bahwa, operasi tangkap tangan ini berhasil dilakukan berkat adanya pengaduan dari masyarakat. Hal ini merupakan dukungan konkret dan aksi nyata dalam pemberantasan korupsi.

“Setelah mendapatkan laporan tersebut, tim penyidik KPK kemudian bergerak secara pararel melakukan penyelidikan di beberapa tempat, hingga akhirnya menangkap para tersangka,” jelas pria yang akrab disapa Budi ini.

Budi mengungkapkan bahwa, modus pemerasan yang dilakukan adalah dengan menaikkan tarif dari yang seharusnya Rp 270 ribu menjadi Rp 6 juta.

“Jika tidak dipenuhi nominal tersebut, mereka (para buruh) diancam tidak diterbitkan atau dipersulit proses pengurusannya,” ungkapnya.

Lebih jauh, Budi menegaskan bahwa, praktek tindak pidana ini, sudah dilakukan sejak lama. Diperkirakan dilakukan sejak tahun 2019 sampai sekarang ini. Adapun dari selisih tarif tersebut, kemudian terkumpul uang sebesar Rp 81 miliar, yang mengalir ke beberapa pihak.

“Barang bukti yang diamankan ada 15 unit kendaraan bermotor roda empat. Kemudian 7 unit kendaraan roda 2 dan uang tunai Rp 170 juta, serta ada 2.201 US Dolar,” pungkasnya (az).

Show More
Back to top button