PWI Lamongan Sukses Gelar Kontes Lele Pertama

Bupati Lamongan,Yuhronur Efendi bersama Ketua PWI Lamongan, Kadam Mustoko menyaksikan prosesi penimbangan ikan lele (foto: az)

SUARABHINNEKA, LAMONGAN – Kontes Lele Lamongan (Kolela) perdana yang diinisiasi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lamongan berlangsung meriah dan sukses.

Kegiatan yang digelar di gedung Sport Center Lamongan (SCL) itu diikuti oleh lebih dari 40 peserta dari berbagai daerah.

Ketua PWI Kabupaten Lamongan, Kadam Mustoko menyampaikan bahwa ikan lele memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Lamongan. Tidak hanya sebagai komoditas perikanan, lele juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga.

Menurut Kadam, dari usaha budidaya hingga kuliner berbahan dasar lele, banyak rumah tangga di Lamongan yang sukses secara ekonomi berkat bisnis dari komoditas tersebut. Karena itu, keberadaan lele memiliki nilai strategis bagi masyarakat.

“Lele merupakan salah satu unsur kehidupan masyarakat Lamongan. Dari lele ini dapur kita terus mengepul. Banyak rumah tangga yang menggantungkan kehidupannya dari makanan berbahan lele,” jelas Kadam dalam sambutannya, Minggu (8/3/2026) sore.

Kadam menambahkan, keberadaan kuliner pecel lele yang tersebar di berbagai daerah di seluruh Indonesia, juga turut mengangkat nama Lamongan hingga dikenal secara nasional. Hal itu, menjadi bukti bahwa lele tidak hanya berdampak pada ekonomi lokal, tetapi juga membawa identitas daerah.

Berangkat dari fakta tersebut, PWI Lamongan bersama Dinas Perikanan setempat berinisiatif menggelar kontes lele. Dengan tujuan untuk meningkatkan nilai komoditas Lele, sekaligus memberi ruang apresiasi bagi para pembudidaya.

“Selain kontes Lele Lamongan, juga digelar festival penyet lele bersama 100 peserta gabungan TP PKK Lamongan, GOW Lamongan, dan DWP Lamongan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, menerangkan bahwa, lele menjadi simbol keuletan masyarakat dan kebangkitan ekonomi Lamongan.

“Ikan lele memiliki filosofi yang erat dengan kehidupan masyarakat Lamongan. Ikan lele dikenal lincah, mampu bertahan dalam berbagai kondisi, serta memiliki daya hidup yang kuat. Nilai-nilai tersebut dinilai mencerminkan semangat masyarakat Lamongan dalam menghadapi berbagai tantangan,” terang pria yang akrab disapa Bupati Yes ini.

“Lele melambangkan keuletan dan kelincahan. Selain itu, ada pesan bahwa ketika sudah mampir melihat, jangan main-main,” tambahnya.

Filosofi tersebut, kata Bupati Yes, bahkan dianggap telah melekat dalam karakter masyarakat Lamongan yang selama ini dikenal gigih dalam bekerja dan berusaha.

“Tidak hanya di sektor perikanan, tetapi juga pada usaha kuliner khas Lamongan yang tersebar di berbagai daerah,” pungkasnya

Di akhir acara dilakukan prosesi lelang terbuka. Hasilnya juara pertama lelang dimenangkan oleh keluarga besar Masjid Namira dengan harga Rp 25 juta dan juara dua lelang dimenangkan oleh Pradita Aditya, Owner Duta Merpati (az).

Show More
Back to top button