KPU Gresik Segera Luncurkan Maskot, Jingle dan Tagline Pilkada Gresik 2024

GRESIK – Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Pilkada 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik terus berupaya mendorong maksimalnya partisipasi masyarakat.
Salah satunya adalah pembuatan maskot, jingle dan tagline untuk Pilkada Gresik 2024, melalui kegiatan FGD atau fokus group discussion, dengan para tokoh kebudayaan Gresik.
“Arti penting keberadaan maskot, jingle dan tagline adalah sebagai sarana sosialisasi bagi masyarakat umum dan pemilih, membangun hubungan emosional pemilih dan masyarakat umum dengan KPU dan Pilkada, menciptakan citra positif terhadap Pilkada, Lembaga, dan Penyelenggara, mewujudkan pelaksanaan Pilkada yang riang dan gembira, serta mendorong berkembangnya industri kreatif, utamanya musik dan desain grafis,” kata Makmun.
Komisioner KPU Gresik Devisi Sosialisasi dan SDM ini menyampaikan bahwa KPU Gresik ingin agar maskot, jingle dan tagline Pilkada Gresik 2024 dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Kita ingin maskot, jingle dan tagline ini, benar-benar menjadi identitas masyarakat Gresik, sehingga masyarakat bisa merasakan suasana yang sama dalam menyongsong Pilkada Gresik 2024,” ujarnya.
Sementara, Ketua KPU Gresik Akhmad Roni juga menyampaikan, harapannya agar maskot, jingle dan tagline sesuai dengan kebudayaan masayarakat Gresik.
“Kalau di 2015 maskot kita Bandeng, kemudian 2020 kita maskotnya damar kurung dengan Simarung. Arahan dari KPU RI, mendorong agar maskot disesuaikan dengan kekhasan daerah masing-masing,” imbuhnya.
Sementara itu, dalam FGD yang dimoderatori oleh Nur Faqih, mengundang dua tokoh budaya, yaitu Kris Aji dan Sri Wahyuni, berlangsung cukup meriah.
“Kita harus bisa membaca Gresik secara lokalitas, dan juga membaca Gresik kedepan, bahwa ada peluang, tantangan, yang kemudian menjadi semangat dalam Pilkada 2024,” ujar Nur Faqih dalam kalimat pembuka.
Sri Wahyuni menjelaskan tentang tips-tips membuat maskot, jingle dan tagline, agar sesuai dengan tujuan diadakannya Pilkada 2024.
“Karena tujuannya adalah untuk meningkatkan partisipasi pemilih, maka pembuat harus memperhatikan utamanya nilai-nilai dan misi KPU, simbol-simbol demokrasi, negara, serta elemen budaya daerah, agar dapat diterima masyarakat luas,” jelas Perempuan yang akrab disapa Bu Uyun ini.
Sedangkan Kris Aji juga menyebut, maskot, jingle dan tagline tidak boleh hanya sekedar simbol. Harus mampu membangun ikatan emosional antara KPU dan pemilih.
“Dengan mengambil objek-objek yang Gresik punya, sepertk nilai-nilai lokal, yang bisa menjadi landasan dasar dalam menentukan maskot, jingle, dan tagline Pilkada Gresik 2024,” tuturnya.







