Dua Pendiri Partai Nasdem, Deklarasi Partai Gema Bangsa

Ketua Umum Partai Gema Bangsa Ahmad Rofiq saat memberikan sambutan dalam deklarasi bersama pada inisiator (foto: ist)
SUARABHINNEKA – Dua pendiri Partai Nasdem, Patrice Rio Capella Ketua Umum Partai Nasdem (2011-2013) dan Ahmad Rofiq Sekjen Partai Nasdem (2011-2013) resmi mendeklarasikan berdirinya Partai Gerakan Mandiri Bangsa (Gema Bangsa).
Partai beru tersebut, resmi diperkenalkan dalam konsolidasi inisiator Partai Gema Bangsa di salah satu Hotel di Kawasan Tebet, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2025).
Selain dua politisi senior tersebut, Partai Gema Bangsa juga diprakarsai oleh mantan Koordinator Staf Ahli Panglima TNI, Mayjen TNI (purn) Andogo Wiradi dan mantan presenter TV One Ike Julies Tiati.
Sejumlah tokoh nasional, inisiator nasional, inisiator Wilayah, daerah dan simpatisan seluruh provinsi di Indonesia ikut serta hadir dalam deklarasi.
Ketua Umum Partai Gema Bangsa, Ahmad Rofiq mengungkapkan bahwa, Partai Gema Bangsa bukanlah partai korporasi, melainkan partai milik bersama, sebagai wujud perjuangan untuk kemandirian.
Sekjen Partai Perindo periode 2015 – 2025 ini menegaskan bahwa, struktur Partai di wilayah dan di daerah diberikan kewenangan penuh untuk mengurus rumah tangganya sendiri karena selama ini kepentingan daerah masih di kooptasi oleh kepentingan pusat sehingga daerah tidak berdaya.
“Partai Gema Bangsa tidak menghendaki itu semua. Partai Gema Bangsa ingin daerah juga ikut serta menentukan arah partai di daerah,” tegas Sekjen Partai Matahari Bangsa periode 2006 – 2010 ini.
Alumnus Universitas Muhammadiyah Malang ini, mengatakan bahwa, Partai Gema Bangsa menekankan pada spirit kemandirian dan misi politik partai untuk mewujudkan kemandirian Indonesia.
“Sebagaimana tertuang dalam arti logo Partai Gema Bangsa yaitu Trilogi Kemandirian, bahwa Puncak kemandirian suatu Negara terletak pada kemandirian bangsa yang terwujud bilamana terjadi kemandirian individu dan masyarakat.
Selain itu Partai Gema Banga mengusung jargon “Indonesia Reborn, Indonesia Mandiri,” ujarnya.

Jajaran pengurus Partai Gema Bangsa (foto: ist)
Ketua Dewan Pembina Partai Gema Bangsa, Andogo Wiradi menerangkan bahwa, selama ini kita tersekima dengan kemajuan Negara lain, kemudian diterapkannya di Negara kita, dan yang terjadi malah sebaliknya, karena melepaskan akar budaya yang kita miliki.
“Jejak-jejak pejuang bangsa ini harus menjadi teladan dalam setiap pikiran dan gerak langkah Partai Gema Bangsa,” terangnya.
Sementara itu, Patrice Rio Capella menyampaikan bahwa, Partai Gema Bangsa adalah wujud dari konsistensi prinsip politik.
“Ke depan Partai ini harus hadir di setiap kecamatan, di desa-desa di seluruh Indonesia. Kader Partai Gema Bangsa harus melahirkan Bupati, Gubernur dan Menteri,” tegasnya.
Sebagai penutup orasi, Patrice Rio Capella mengatakan bahwa, partai politik bukan hanya soal kekuasaan, melainkan jalan ibadah.
“Kami meminta kepada setiap yang hadir pada deklarasi ini, harus menyampaikan informasi tentang berdirinya Partai Gema Bangsa ke setiap masyarakat di lingkungan masing-masing,” tuturnya.
Dalam acara konsolidasi tersebut dilakukan pembacaan Deklarasi Jakarta 2025, yang mempertegas komitmen berdirinya Partai Gema Bangsa.
Deklarasi tersebut dibaca oleh Ike Julies Tiati, mewakili para inisiator Gerakan Mandiri Bangsa, berikut ini isi Deklarasi Jakarta 2025 :
_Bahwa sesungguhnya Hak Berpolitik, Hak Berserikat, dan Hak Menyatakan Pendapat adalah bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM) yang diakui secara universal dan dijamin oleh konstitusi negara. Oleh sebab itu, negara wajib melindungi, menjamin, dan memajukan hak-hak asasi itu untuk pengembangan kehidupan demokrasi Indonesia yang lebih baik._
_Bahwa sebagai warganegara yang bertanggung jawab terhadap masa depan kemajuan bangsa dan negara, kami terpanggil untuk berjuang mencapai cita-cita kemerdekaan Indonesia dengan mendirikan partai politik bernama Partai Gema Bangsa (Gerakan Mandiri Bangsa) yang merupakan partai politik baru untuk mewujudkan kemandirian bangsa._
_Bahwa untuk mempercepat realisasi pendirian Partai Gema Bangsa, dengan ini kami, para inisiator memberikan mandat sepenuhnya kepada Saudara Ahmad Rofiq sebagai Ketua Umum untuk menyusun kepengurusan di pusat dan daerah seluruh Indonesia, serta menyiapkan kelengkapan perangkat organisasi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya._ (az)







