Peringati HUT ke 80 Jawa Timur dengan Pasar Murah untuk Rakyat

Warga Lamongan saat antri membeli kebutuhan pokok di Pasar Pangan Murah di Alun-alun Lamongan (foto: az)
SUARABHINNEKA, LAMONGAN – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Provinsi Jawa Timur, Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) II Bojonegoro melaksanakan program Pasar Pangan Murah di Kabupaten Lamongan, Rabu (5/11/2025).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Timur untuk memberikan atensi sekaligus membantu meringankan beban masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pokok.
Kepala Bakorwil II Bojonegoro, Agung Subagyo menjelaskan bahwa, kegiatan pasar murah ini juga dilaksanakan secara simultan oleh seluruh Bakorwil di Jawa Timur. “Ini melaksanakan arahan dari Ibu Gubernur dalam rangkaian HUT Provinsi ke-80. Selain itu, kami juga terus berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk menggelar pasar murah di berbagai daerah,” ujarnya.
Menurut Agung, kegiatan ini tidak hanya berfungsi untuk menjaga ketersediaan bahan pokok, tetapi juga sebagai bentuk stimulus ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, terutama para ibu rumah tangga. Melalui subsidi harga yang diberikan pemerintah, masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga jauh lebih terjangkau.
“Misalnya untuk komoditas telur, kita jual lebih murah hingga Rp5.000 dari harga pasaran. Begitu juga dengan beras, yang di pasaran mencapai Rp13.500 per kilogram, di pasar murah ini dijual Rp11.000 per kilogram. Kalau beli yang 5 kilogram saja, selisihnya sudah cukup terasa,” terangnya.
Selain beras dan telur, pasar murah ini juga menyediakan gula, minyak goreng, bawang merah, dan bawang putih, yang merupakan bahan kebutuhan utama rumah tangga. Program ini diharapkan dapat menekan gejolak harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Bakorwil II Bojonegoro sendiri mendapat mandat untuk menggelar pasar murah di 8 kabupaten/kota, dengan dua titik di setiap daerah, sehingga total akan ada 16 titik pelaksanaan hingga bulan Desember mendatang.
“Harapan kami kegiatan ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan harian di tengah kondisi harga bahan pokok yang fluktuatif,” katanya.
Salah satu pengunjung pasar murah, Selfi, mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut karena harga yang ditawarkan jauh lebih terjangkau dibanding di pasaran.
“Tadi saya beli beras premium 5 kilogram cuma Rp73.000, padahal di pasar biasanya antara Rp75.000 sampai Rp77.000. Jadi lumayan banget selisihnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain beras, harga bahan pokok lain seperti minyak goreng dan gula juga lebih murah dari harga biasanya. Menurutnya, program pasar murah seperti ini sangat membantu masyarakat, terutama ibu rumah tangga yang harus mengatur kebutuhan harian di tengah harga yang terus naik.
“Harapannya semoga program pasar murah ini bisa terus ada, jangan cuma pas momen tertentu saja. Soalnya sangat membantu kami untuk memenuhi kebutuhan dapur,” tuturnya.
Pengunjung lainnya, Unzila, juga merasakan manfaat langsung dari adanya pasar murah yang digelar Bakorwil II Bojonegoro tersebut. Ia menuturkan, pembelian minyak goreng dibatasi maksimal dua liter per orang, namun hal itu tetap dianggap sangat membantu.
“Saya beli minyak goreng satu liter Rp15.000, padahal di rumah biasa beli Rp18.000. Jadi memang jauh lebih murah, kalau bisa jangan cuma sekali ini, semoga pasar murah seperti ini sering diadakan, biar kami ibu-ibu bisa belanja dengan harga yang lebih terjangkau,” jelasnya.
Dengan terselenggaranya pasar murah ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Bakorwil II Bojonegoro berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan solusi konkret, dan menjaga stabilitas harga pangan di wilayahnya. (az).







