5 Hari Menghilang, Pelajar SMK di Lamongan Ditemukan Tewas di Warung Kopi

Petugas kepolisian dibantu tenaga kesehatan mengevakuasi jenazah korban (foto: az)
SUARABHINNEKA, LAMONGAN – Mayat perempuan yang ditemukan meninggal dunia dalam keadaan membusuk di sebuah warung kopi di dekat Perumahan Made Great Residence, Desa Made, Kecamatan Lamongan, Rabu (15/01/2025) pagi.
Setelah dilakukan identifikasi oleh petugas kepolisian, korban diketahui berinisial VPR, seorang siswi kelas 1 SMK Swasta di Desa Made, Kecamatan Lamongan.
Remaja malang tersebut ditemukan dalam kondisi membusuk penuh dengan belatung di bawah tumpukan meja dan kursi, setelah dilaporkan hilang pada 10 Januari 2025.
Penemuan mayat tersebut, membuat warga sekitar gempar. Apalagi kondisi tubuh korban sudah dalam keadaan rusak. Diperkirakan jasat tersebut sudah meninggal sekitar sepekan.
Ahmad Zamroni (28), salah satu saksi penemuan mayat mengatakan, dirinya pada awalnya akan membersihkan warung kopi yang sudah lama tidak beroperasi.
“Tadi pagi sekitar pukul 7 pagi, saya mau bersih-bersih warung makan yang sudah saya tutup selama sebulan,” kata pria yang akrab disapa Roni ini.
Awal masuk warung, Roni merasa dikejutkan dengan pemandangan sebuah tangan dan kaki di kamar, yang penuh dengan belatung di atas tumpukan meja dan kursi.
Mengetahui kondisi demikian, Roni kemudian meminta pertolongan kepada warga dan diteruskan ke pihak kepolisian terdekat.
“Setelah saya melihat ke arah kamar, saya terkejut ketika melihat ada tangan dan kaki sudah penuh belatung, saya langsung lari ke luar meminta pertolongan ke warga dan diteruskan ke pihak berwajib,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Lamongan Kota, Kompol M Fadelan yang menerima laporan dari masyarakat langsung mendatangi lokasi kejadian.
Petugas kepolisian juga melakukan pengamanan sekitar lokasi guna melakukan identifikasi. Tempat kejadian perkara (TKP) langsung dipasang garis polisi.
“Kita koordinasi dengan tim identifikasi Polres Lamongan, kemudian dilakukan olah TKP dan evakuasi ke RSUD Soegiri Lamongan,” ungkap Fadelan.
Terkait motif atau penyebab kematian korban, hingga saat ini pihaknya belum bisa memberikan keterangan secara jelas, karena proses identifikasi korban masih dilakukan oleh petugas.
“Jadi mohon waktu, karena masih dilakukan identifikasi oleh petugas nanti kita berikan informasi lebih lanjut,” pungkasnya (az)







