Terpilih Kembali Jadi Gubernur Jatim, Khofifah Minta Nasehat Pengasuh Ponpes Sunan Drajat

Khofifah Indar Parawansa bersama Pengasuh Ponpes Sunan Drajat KH. Abdul Ghofur (foto: ist)
SUARABHINNEKA, LAMONGAN – Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa melakukan silaturahim ke sejumlah kiai, salah satunya ke KH. Abdul Ghofur pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, Kecamatan Paciran, Sabtu, (18/1/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah didampingi ketua PC Muslimat NU Lamongan, sekaligus Wakil Bupati Lamongan periode 2016 – 2022, Kartika Hidayati.
Mantan Menteri Sosial itu dijamu secara langsung oleh KH. Abdul Ghofur dan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi Nasdem, Ahmad Iwan Zunaih.
Keluarga besar juga ikut menerima kunjungan Khofifah ke Pondok Pesantren Sunan Drajat.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengungkapkan bahwa, kedatangannya ke Ponpes Sunan Drajat adalah sowan dan minta doa restu kepada kyai sepuh yaitu KH. Abdul Ghofur.
Selain itu, Khofifah juga memohon saran dan masukan untuk Provinsi Jawa Timur yang semakin baik.
“Sowan ke beliau KH. Abdul Ghofur ini juga menjadi momen untuk berdialog terkait isu-isu strategis dan aspirasi masyarakat, terutama yang terkait dengan pesantren, pendidikan, kesehatan, pertanian, UMKM dan pemberdayaan ekonomi umat,” kata Ketua PP Muslimat NU ini.
KH. Abdul Ghofur mengapresiasi kemajuan Jawa Timur dibawah kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa.
“Perkembangan Jawa Timur saat ini jauh lebih baik, ini juga berkat gubernurnya, dan saya selaku tokoh masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Bu Khofifah,” ujarnya.
Dalam kesempatan diskusi itu, kiai Ghofur menitipkan pesan dan harapan, agar fasilitas kesehatan harus lebih ditingkatkan, serta tenaga kesehatan yang lebih banyak dan merata di Jawa Timur.
“Fasilitas kesehatan saat ini sangat dibutuhkan, selain itu pendidikan yang berkualitas, juga penguatan ekonomi petani melalui penggunaan pupuk,” pesan kiai Ghofur.
Pupuk, tegas Kiai Ghofur, menjadi sangat penting dipenuhi, karena dengan itu petani bisa menikmati produktivitas tanaman.
“Distribusi pupuk itu juga harus disesuaikan dengan kebutuhan unsur hara tanah di masing-masing daerah, dan Jatim harus punya peta area dengan spesifikasi unsur haranya masing-masing agar penggunaan pupuk lebih efektif serta panen yang yg lebih melimpah,” tegasnya.
Diakhir diskusi Khofifah didoakan kiai Ghofur agar bisa mewujudkan apa yang menjadi keinginan masyarakat, keinginan para kiai dan ulama dalam membawa Jawa Timur lebih maju dan baik.
Sementara itu, langkah Khofifah bersilaturahim ke kiai Ghofur, seperti disampaikan oleh H. Ahmad Iwan Zunaih, dinilai sebagai bagian dari tradisi, dan penghormatan kepada ulama yang memiliki pengaruh besar dalam masyarakat, khususnya di Jawa Timur.
“Bu Khofifah, yang dikenal dekat dengan kalangan pesantren, kerap meminta doa dan restu dari para kiai untuk memastikan kelancaran kedepan dalam mengemban amanah menjadi Gubernur Jawa Timur untuk periode keduanya,” pungkasnya (az).







