Ratusan Warga Lamongan Terkena Gangguan Penglihatan Akibat Diabetes

suasana media gathering KMU Lamongan (foto: istimewa)

Suarabhinneka.com – Gangguan penglihatan pada penderita diabetes mellitus (Retinopati Diabetik) sudah mulai menyerang anak muda. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten jumlah penderita diabetic retinopati pada tahun 2021 ada sebanyak 22.580 orang, ada peningkatan dari tahun 2020, sebanyak 21.633 orang.

“Rata-rata usia penderita diabetes di Kabupaten Lamongan berkisar 55-59 tahun,” ungkap Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Lamongan, dr. Nur Indra Tsani Husaini saat paparan dalam acara media gathering Klinik Mata Utama (KMU) Lamongan di sebuah rumah makan di Jl. Panglima Sudirman, Rabu (9/11/2022).

Indra mengatakan bahwa penyakit diabetes menjadi perhatian di dunia kesehatan. Selain menjadi salah satu penyakit yang banyak diderita masyarakat, diabetes juga menyebabkan berbagai komplikasi yang menurunkan produktivitas. “Tidak hanya orang tua, bahkan sudah mulai menyasar anak muda. Sehingga kita semua harus menjaga pola makan dan rajin olahraga,” katanya.

Semwntara itu, penanggung jawab KMU Lamongan dr. Irma Suryani, SpM menjelaskan bahwa salah satu komplikasi atau gangguan kesehatan yang dialami penderita diabetes adalah gangguan penglihatan yang disebut sebagai Retinopati Diabetik (gangguan penglihatan pada Retina yang menyebabkan kebutaan).

“Oleh karena itu KMU Lamongan, beserta Dinkes Lamongan turut mendukung pencegahan diabetes dalam rangka menyambut hari diabetes sedunia yang akan jatuh pada tanggal 14 November 2022 mendatang. KMU Lamongan akan menggelar pemeriksaan gula darah acak dan tensi bagi masyarakat,” jelasnya.

Irma mengungkapkan bawa, dari hasil pemeriksaan bulan Agustus – Oktober 2022 ini sudah ratusan pasien mengalami gangguan pada Retina.

“Tepatnya ada 192 pasien di KMU Lamongan menderita retinopati diabetik yang terjadi karena diabetes mellitus, dan retinopati ini masuk dalam 10 besar keluhan tertinggi di KMU Lamongan,” ujar Irma.

Dokter spesialis mata ini menerangkan, rata-rata pasien yang mengalami gangguan penglihatan karena diabetes ini berusia 54 tahun. Bahkan penderita Retinopati Diabetik ini sudah menyasar pada usia muda.

“Pasien kami ada yang usianya 27 tahun sudah menderita gangguan penglihatan ini. Karena itu, pencegahan gangguan penglihatan ini bisa dilakukan sejak usia muda, apalagi untuk orang-orang yang menderita dibates atau dengan riwayat keluarga diabetes,” terangnya.

Irma menegaskan, semakin cepat atau dini penanganan, akan semakin menurunkan risiko kebutaan akibat retinopati diabetik. Pasien diabetes yang menderita gangguan penglihatan ini datang dengan berbagai macam gejala.

“Gejalanya ada yang penglihatannya menurun secara bertahap. Adanya floaters (noda hitam melayang pada penglihatan) dan penglihatan berbayang,” tegasnya.

Selain retinopati diabetik, kata Irma, ada beberapa gangguan mata lain yang berisiko untuk penderita diabetes. “Di antaranya ada glaukoma, katarak, hingga perubahan ukuran kacamata. Karena itu, pemeriksaan mata rutin pada anak muda, apalagi dengan keluarga riwayat diabetes ini sangat penting,” pungkasnya.

Show More
Back to top button