Ratusan Nelayan Gresik Utara Kesulitan dapat Solar

Suarabhinneka.com – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat para nelayan di Gresik kelimpungan. Bukan hanya soal harga, justru mereka kesulitan mendapatkan solar.
Belum lagi, SPBN Campurejo yang sudah diresmikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani satu bulan lebih tak kunjung beroperasi. Ratusan nelayan setempat pun menggelar aksi di atas perahu.
Mereka menyampaikan aspirasi sambil membentangkan sapnduk bertuliskan keluhan para nelayan. Bahkan, hari ini ratusan nelayan Campurejo libur melaut demi menyuarakan aspirasi mereka.
“Tolong kami, sampai kapan kami begini. Kami butuh solar untuk melaut, kami butuh solisi,” teriak salah satu nelayan dari atas perahu.
Ketua Rukun Nelayan Campurejo, Muzi mengatakan, kondisi kesulitan solar ini sudah sekitar tiga bulan lalu. Sejak pemerintah menaikkan harga BBM, keberadaan solar malah sulit didapatkan.
“BBM naik para nelayan semakin sulit mendapat solar,” kata Muzi.
Setelah menyampaikan aspirasi di atas petahu, perwakilan nelayan didampingi pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan BPD Campurejo mendatangi SPBU Banyutengah.
Mereka menanyakan jatah solar yang diperuntukan untuk nelayan. Dia mengaku, nelayan Campurejo selalu kehabisan stok. Padahal pengiriman dari Pertamina lancar.
“Solar langka sudah lama, betul-betul terasa tiga mingguan setelah BBM naik,” imbuh Muzi, usai melakukan audensi dengan pihak SPBU Banyutengah.
Disebutkan, audensi berlangsung sekitar dua jam. Hasilnya, para nelayan bersepakat dengan SPBU untuk memerbaiki distribusi solar ke nelayan. Mereka dijatah 4 KL (4Ton) ribu per hari.
“Alhamdulillah sudah ada ACC, MoU antara nelayan dan pihak SPBU, semoga terlaksana,” imbuhnya.
Muzi menjelaskan, ada sekitar 300 nelayan Campurejo yang menggantungkan hidup dari melaut. Dia berharap, demo kali ini ada hasilnya.
“Sehingga nelayan tak kesulitan mendapatkan solar lagi,” pungkasnya.







