Peluang Pasar Sangat Luas, MPM Lamongan Gerakkan Pertanian Bawang Merah

Ketua MPM PDM Lamongan saat menjelaskan tentang tujuan pelatihan budidaya bawang merah (foto: az)
SUARABHINNEKA, LAMONGAN – Bawang merah menjadi komoditas yang senantiasa dibutuhkan oleh masyarakat. Sehingga pasarnya selalu terbuka luas bagi petani.
Hal itulah yang medorong Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Lamongan menggelar pelatihan budidaya bawang merah bagi Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM).
Pelatihan mendatangkan pembicara ahli dari PT Ewindo itu digelar di Perguruan Muhammadiyah Sukodadi, Minggu (30/11/2025).
Ketua MPM PDM Lamongan, Shobikin menjelaskan bahwa, pelatihan ini sejalan dengan program swasembada pangan atau ketahanan pangan yang digerakkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Program ini juga sejalan dengan tema Milad Muhammadiyah ke-113 yaitu memajukan kesejahteraan bangsa. Saya kira ini sangat penting dan relevan untuk kita adakan. Apalagi potensi ekonomi pertanian bawang merah sangat menjanjikan,” jelas Shobikin.
Shobikin mengungkapkan, budidaya bawang merah merupakan komoditas pertanian baru di Kabupaten Lamongan. Padahal bawang merah menjadi komponen kebutuhan masyarakat yang sangat penting, dan mempunyai nilai ekonomis tinggi.
” Alhamdulillah, antusiasme peserta cukup tinggi. Dari yang kita targetkan hanya 100 peserta, ternyata yang datang mencapai 165 orang. Ini menandakan bahwa, keinginan para peserta untuk belajar budidaya bawang merah sangat tinggi,” ungkapnya.
Sementara itu, Staf product development PT Ewindo, Zulkarnain yang bertindak sebagai narasumber menerangkan bahwa, komoditas bawang merah memiliki peran signifikan dan relatif dibutuhkan semua kalangan masyarakat.
“Sebelum memulai budidaya kita harus memahami beberapa hal penting seperti teknik pengolahan tanah, cara pembuatan pesemaian dari biji pemilihan, persiapan tanah, dan metode penanaman, serta mengerti analisis dan aplikasi pupuk untuk tanaman bawang merah,” terang Zulkarnain.
Tidak hanya itu, Zulkarnin juga memberikan pemahaman tentang cara identifikasi hama dan penyakit, sekaligus langkah-langkah pengendalian, dan penggunaan pestisida serba pupuk yang tepat
“Penting memahami tentang jenis, dosis, metode aplikasi, dan waktu. Itu semua akan mendukung tentang teknik tanam, sekaligus penanganan,” pungkasnya (az).







