PAN Jatim Kukuh Dukung Prabowo Erik Thohir Jadi Capres Cawapres

Ketua DPW PAN Jatim Ahmad Rizky Sadig saat silaturahim ke PDM Lamongan (foto: AZ)

SUARABHINNEKA – Ketua DPW PAN Jawa Timur, Ahmad Rizki Sadig bersama pengurus melakukan lawatan politik ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Lamongan, Rabu (11/10/2023).

Ditanya terkait dukungan Pilpres dalam Pemilu 2024, Ahmad Rizky Sadig menyerahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan.

“Terkait pilpres DPW PAN Jatim sepenuhnya mempercayakan kepada bang Zul, karena beliau yang mengetahui konstalasi dan perkembangan politik nasional,” kata anggota DPR RI ini.

Sadig mengungkapkan, terkait Capres, sementara ini PAN sudah menjalin komitmen mengusung Prabowo Subianto.

“Menculnya nama Gibran dalam bursa Cawapres pendamping Prabowo Subianto tak merubah pendirian PAN untuk mengusung sosok Erik Thohir. Cuma kita tetap akan melihat perkembangan ke depan,” ungkap politikus nyentrik ini.

Rizki Sadig menegaskan bila situasi peta Koalisi Indonesia Maju (KIM) saat ini masih kondusif dan tetap fokus menyatukan dukungan untuk Prabowo Subianto.

“Hari ini yang kita tahu para ketua umum mendukung Prabowo sebagai Capres. Tentu kami serahkan ke ketua umum arah dukungan kita kemana saat Pilpres mendatang, namun hingga saat ini kita menganggap Erik Thohir pantas mendampingi beliau (Prabowo),” tegasnya.

Lebih lanjut, Rizki Sadig menyampaikan bila banyaknya nama bursa calon pendamping Prabowo sebagai sebuah percaturan dan kayanya opsi yang nanti bisa diambil untuk menentukan langkah dan strategi.

Riski Sadig juga menyebut bila pihaknya terbuka mengizinkan sejumlah nama potensial  menggunakan suara PAN sebagai modal sosial untuk berkomunikasi dengan Parpol lain. 

“Suara PAN ini kan hanya kurang lebih 6,4 persen jadi kita tidak bisa berangkat sendiri, butuh usaha lain dari nama lain pak Muhajir Efendi. utamanya pak Erik meskipun didiukung PAN kalau tidak diterima oleh PBB, Golkar dan partai pengusung lain kan tentu menjadi susah,” ujarnya.

Sementara soal Gibran, katanya, koordinasi dengan ketua umum terakhir masih belum final dan belum mengarah ke isu tersebut.

“Pak Zul menyebut bila soal Gibran aturanya belum memungkinkan untuk Gibran masuk. Dulu tidak ada namanya (Gibran) di dalam predaran, namun saat ini muncul di permukaan, tapi kan pembalap itu bisa saja ditikungan bisa menang ya, kita nikmati, namanya politik itukan biasa biasa saja. Kalau Gibran representasi anak muda,” pungkasnya.

Show More
Back to top button