Hasil Panen Anjlok, Petambak di Lamongan Keluhkan Banjir dan Pupuk Langka

Petambak di Glagah Lamongan saat mensortir ikan hasil panen (foto: az)

SUARABHINNEKA, LAMONGAN – Petani tambak di Kabupaten Lamongan mengeluhkan hasil panen yang menurun drastis atau anjlok hingga 70-80 persen.

Turunnya hasil panen disebabkan oleh banjir bengawan jero dan kelangkaan pupuk untuk petani tambak.

Nur Qomariyah, petani tambak asal Kecamatan Glagah mengeluh hasil panen tahun ini merosot tajam. Akibatnya para pembudidaya ikan air tawar mengalami kerugian hingga peluhan juta.

Dia tidak kuasa menyembunyikan kekecewaannya, karena mengetabui ikan yang di panen berukuran kecil, atau tidak sesuai dengan usia panen, ia mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah terhadap ketersediaan pupuk subsidi bagi sektor perikanan.

“Hasilnya njombrot (merugi), ikannya loh segini-segini karena kurang pupuk. Karena banjir juga, jadi petani yang kebanjiran itu hasilnya rugi benar, rugi betul,” keluh Nur Qomariyah kepada awak media, Jumat, (10/4/2026).

Nur menyinggung terkait alokasi pupuk saat ini lebih banyak difokuskan untuk tanaman padi, sementara kebutuhan untuk sektor tambak ikan seolah dikesampingkan. Padahal, tanpa pemupukan yang cukup, pertumbuhan ikan terhambat dan mengakibatkan ukuran ikan menjadi kerdil.

“Pupuknya kekurangan, hanya dikasih sedikit. Kalau untuk padi insyaallah cukup, tapi kalau ikan kurang pupuk ya hasilnya kecil-kecil sekali,” ujarnya.

Kondisi ini diperparah dengan cuaca ekstrem. Banjir yang merendam lahan tambak selama hampir empat bulan membuat siklus tanam dan panen menjadi kacau. Nur memperkirakan kerugian yang dialami para petani mencapai angka yang sangat signifikan.

“Rugi banyak, nggak bisa dihitung. Ya sekitar 80 sampai 90 persen ruginya. Kita nggak tahu lagi labanya berapa, hampir tidak ada,” ungkapnya dengan nada lesu.

Tidak hanya Nur Qomariyah, para petani tambak lainnya juga berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk menambah kuota pupuk khusus perikanan. Ia menegaskan bahwa petani tidak meminta bantuan secara cuma-cuma, melainkan kemudahan untuk membeli pupuk tersebut.

“Tolong pemerintah dikasih pupuk untuk ikannya supaya nggak kecil-kecil begini. Saya nggak minta gratis, saya beli. Tolong ditambah kuotanya karena yang kemarin itu masih kurang banyak,” pungkasnya (az).

Show More
Back to top button